Bab
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Telah kita ketahui bersama bahwa Indonesia merupakan negara yang terdiri
dari banyak gugusan pulau. Pulau di Indonesia terdiri dari tiga gugusan besar
yaitu kepulauan Sunda Besar yang terdiri dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan,
kemudian yang kedua adalah gugusan Sunda Kecil yang meliputi Bali, Nusa
Tenggara, dan yang terakhir adalah gugusan Maluku dan Irian.
Selain itu, letak geografis Indonesia yang sedemikian rupa menyebabkan
Indonesia memiliki potensi alam yang luar biasa. Misalnya, letak Indonesia
dikelilingi oleh Sirkum Pasifik dan Mediteran, hal ini yang menyebabkan
banyaknya gunung berapi aktif di Indonesia. Efek dari banyaknya gunung berapi
ini adalah tanah subur, yang berdampak pada jenis mata pencaharian sebagian
besarnya adalah agraris atau pertanian.
Sekarang tinggal bagaimana memanfaatkan semua potensi dari kondisi
geografis ini. Karena sayang jika kita sebagai warga Indonesia hanya bisa
menonton dimana mineral dan sumberdaya lain diambil oleh pihak asing.
1.2 Rumusan
Masalah
- Bagaimana keadaan geografis Republik Indonesia ?
- Apa saja Mata Pencaharian Warga Negara Indonesia ?
- Bagaimana kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia ?
- Bagaimana iklim Investasi di Indonesia ?
1.3 Tujuan
Penulisan
- Ingin memeberikan gambaran tentang Perekonomian di Indonesia
- Sebagai tugas mata kuliah Perekonomian Indonesia
1.4 Kerangka
Penulisan
Dalam penulisan makalah
ini penulis membagi menjadi 3 bab. Bab I terdiri dari Latar Belakang Masalah,
Rumusan Masalah, Tujuan Penulisan, Ruang, dan Kerangka Penulisan. Pada Bab II
terdiri dari Kondisi Geografis Indonesia, Mata Pencaharian Penduduk Indonesia,
Sumber Daya Manusia, dan Investasi. Pada BAB III terdiri dari Kesimpulan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kondisi
Geografis Republik Indonesia
Indonesia
memiliki bentang alam atau bentuk permukaan bumi yang ada di daratan
berbeda-beda. Ada yang disebut dataran tinggi, dataran rendah dan pantai.
Daerah-daerah tersebut tentunya dapat diketahui dari letak suatu wilayah,
antara lain sebagai berikut:
- Posisi daerah tersebut terhadap
tempat atau daerah lain.
- Kehidupan penduduk yang ada di
daerah tersebut.
- Latar belakang sejarah dan
pengaruh yang pernah ada atau akan ada terhadap daerah tersebut.
Untuk lebih
memahami kondisi geografis Indonesia tentunya kita akan mempelajari juga
hal-hal yang mempengaruhinya, yaitu: letak fisiografis dan letak sosiografis.
2.1.2 Letak
Fisiografis
Letak
fisiografis adalah letak suatu tempat berdasarkan segi fisiknya, seperti dari
segi garis lintang dan garis bujur, posisi dengan daerah lain, batuan yang ada
dalam bumi, relief permukaan bumi, serta kaitannya dengan laut. Letak
fisiografis ini meliputi:
a. Letak
astronomis
Letak
astronomis, yaitu letak suatu tempat berdasarkan koordinat garis lintang dan
garis bujurnya. Letak astronomis Indonesia: 6°.08′LU – 11°.15′LS dan 95°.45′BT
– 141°.05‘BT. Letak astronomis ini mengakibatkan Indonesia mengalami iklim
tropis yang sangat membawa keuntungan bagi negara Indonesia. Keuntungan yang
didapat oleh Indonesia dengan posisi / letak astronomis tersebut adalah
memiliki curah hujan yang tinggi dan penyinaran matahari sepanjang tahun.
Lahan-lahan pertanian sangat tergantung dengan curah hujan yang tinggi dan
penyinaran matahari, sehingga dapat memberikan kesuburan pada lahan pertanian.
Dengan demikian memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selain itu, wilayah
Indonesia juga banyak terjadi penguapan sehingga kelembapan udara cukup tinggi.
Hal ini sangat menguntungkan bangsa Indonesia untuk bercocok tanam ataupun
beraktivitas dalam segala bidang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Batas
wilayah Indonesia berdasarkan letak astronomis:
- Wilayah Indonesia paling utara
adalah Pulau We, yang terletak pada 6°.08′LU.
- Wilayah Indonesia paling
selatan adalah Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur terletak pada 11°.15′LS.
- WIlayah Indonesia yang paling
barat yaitu pulau We di ujung utara Pulau Sumatera pada 95°.45′BT
- Wilayah Indonesia paling timur
adalah Kota Merauke terletak pada 141°.05′BT.
Wilayah
Indonesia terbagi atas tiga wilayah waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB)
GMT +7, Waktu Indonesia Tengah (WITA) GMT +8, dan Waktu Indonesia Bagian Timur
(WIT) GMT +9.
b. Letak
geografis
Letak
geografis, yaitu letak suatu tempat dilihat dari kenyataannya di muka bumi atau
letak suatu tempat dalam kaitannya dengan daerah lain disekitarnya. Letak
geografis disebut juga letak relatif, disebut relatif karena posisinya
ditentukan oleh fenomena-fenomena geografis yang membatasinya, misalnya gunung,
sungai, lautan, benua dan samudra.
Secara geografis wilayah Indonesia terletak di antara dua benua dan dua
samudra, yaitu Benua Asia dengan Benua Australia. Sedangkan samudra yang
membatasi adalah Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Letak geografis ini sangat berpengaruh terhadap keberadaan wilayah Indonesia,
baik dilihat dari keadaan fisik dan sosial maupun ekonomi dan politik.
c. Letak
geologis
Letak
geologis ialah letak suatu daerah atau negara berdasarkan struktur batu-batuan
yang ada pada kulit buminya. Letak geologis Indonesia dapat terlihat dari
beberapa sudut, yaitu dari sudut formasi geologinya, keadaan batuannya, dan
jalur-jalur pegunungannya. Dilihat dari jalur-jalur pegunungannya, Indonesia
terletak pada pertemuan dua rangkaian pegunungan muda, yakni rangkaian Sirkum
Pasifik dan rangkaian Sirkum Mediterania. Oleh karena itu, di Indonesia:
- Terdapat banyak gunung berapi
yang dapat menyuburkan tanah.
- Sering terjadi gempa bumi.
- Terdapat bukit-bukit tersier
yang kaya akan barang tambang, seperti minyak bumi, batu bara dan bauksit.
d. Letak
geomorfologis
Letak
geomorfologis, yaitu letak suatu tempat berdasarkan tinggi rendahnya tempat
tersebut terhadap permukaan air laut atau dilihat dari bentuk permukaan bumi.
Letak geomorfologis
Indonesia
sangat bervariasi. Perbedaan letak geomorfologis mempunyai pengaruh yang
bermacam-macam, misalnya:
- Adanya suhu yang berbeda-beda
sangat berpengaruh terhadap jenis tanaman
- Menentukan ada tidaknya
mineral-mineral yang dikandung oleh batuan tersebut
- Menentukan kepadatan penduduk,
misalnya tempat-tempat yang morfologi daratannya berbukit atau terjal
kepadatan penduduknya kecil
- Perlu memperhitungkan morfologi
daerah sebelum membangun bangunan-bangunan, jembatan-jembatan,
gedung-gedung, dan jalan-jalan raya.
e. Letak
maritim
Letak
maritim, yaitu letak suatu tempat ditinjau dari keadaan kelautan di sekitarnya,
yakni apakah tempat itu dekat atau jauh dari laut serta apakah sebagian atau
seluruhnya dilingkungi oleh laut, dan sebagainya.
Letak maritim atau letak kelautan Indonesia sangat baik sebab wilayahnya yang
berbentuk kepulauan dikelilingi oleh tiga lautan besar, yakni: bagian timur
Indonesia berhadapan dengan Samudera Pasifik, bagian selatan Indonesia
berhadapan dengan Samudera Hindia, dan bagian utara Indonesia berhadapan dengan
Laut Cina Selatan (Lihat gambar: Letak Geografis Indonesia).
Letak
maritim yang demikian tentu saja membawa akibat yang baik bagi Indonesia,
misalnya, adanya usaha atau kegiatan di bidang pelayaran, perikanan serta
pelabuhan di wilayah Indonesia, menyebabkan Indonesia mempunyai potensi ekonomi
besar untuk dikembangkan, dan Indonesia mempunyai posisi penting dalam
percaturan politik dunia.
2.2 Mata
Pencarian Warga Indonesia
Cobalah mengamati lingkungan sekitarmu. Identifikasikan kegiatan ekonomi
orang-orang di daerahmu. Apakah pekerjaan mereka? Pekerjaan yang rutin
dilakukan dan mendatangkan nafkah dinamakan mata pencaharian. Hal ini bisa
dilihat dari corak kehidupan penduduk setempat. Berdasarkan ciri yang
dimilikinya, kehidupan penduduk dapat dibedakan menjadi dua corak, yakni corak
kehidupan tradisional (sederhana) dan corak kehidupan modern (kompleks).
Masing-masing corak kehidupan memiliki ciri tersendiri.
Mata pencaharian penduduk yang memiliki corak sederhana biasanya sangat
berhubungan dengan pemanfaatan lahan dan sumber daya alam. Contohnya pertanian,
perkebunan, dan peternakan. Sementara, mata pencaharian penduduk yang memiliki
corak modern biasanya lebih mendekati sektor-sektor yang tidak terlalu
berhubungan dengan pemanfaatan lahan dan sumber daya alam seperti jasa,
transportasi, dan pariwisata. Selanjutnya kita akan mempelajari beberapa pola
kegiatan ekonomi penduduk di Indonesia yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan.
2.2.1 Pertanian
Pertanian merupakan usaha pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman
pangan. Masyarakat agraris mengandalkan sektor pertanian sebagai mata
pencaharian utamanya. Berdasarkan bentuknya, pertanian dapat dibedakan sebagai
berikut.
a. Persawahan
Persawahan merupakan pertanian tetap (tidak berpindah) yang menggunakan
lahan basah yang diairi secara teratur. Tanaman yang biasanya ditanam pada
persawahan adalah padi. Berdasarkan cara pengairannya, persawahan dapat
dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai beriku:
1)
Persawahan irigasi, yakni
persawahan yang menggu-nakan sistem pengairan tetap dan teratur dengan
membangun saluran pengairan yang mengambil sumber air dari sungai atau danau
atau dikenal dengan istilah irigasi.
2)
Persawahan lebak yaitu persawahan yang berada
di kanan kiri sungai-sungai yang besar. Sistem pengairannya mengandalkan air
sungai yang ada.
3)
Persawahan tadah hujan, yakni
persawahan yang sistem pengairannya mengandalkan air hujan atau tergantung pada
curah hujan. Pada musim kemarau, biasanya lahan ditanami tanaman-tanaman
palawija.
4)
Persawahan pasang-surut, yakni
persawahan yang sistem pengairannya memanfaatkan air muara atau rawa yang
pasang. Oleh karena itu, persawahan ini biasanya ditemukan di kawasan pantai
atau sungai besar yang landai dan memiliki lahan pasang surut.
b. Tagalan
Selain persawahan, usaha pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman pangan
dapat juga dilakukan dengan menggunakan lahan kering yang disebut dengan
tegalan. Tegalan berlokasi pada lahan yang tetap, tidak berpindah-pindah.
Tanaman-tanaman yang ditanam pada tegalan biasanya lebih beragam dibandingkan
ladang.
c. Perladangan
Selain dilakukan secara menetap, pertanian juga bisa dilakukan secara
berpindah-pindah yang disebut dengan perladangan. Perladangan merupakan usaha
pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman pangan dengan cara
berpindah-pindah (
nomaden) untuk mencari lahan-lahan kosong yang
bertanah subur. Lahan yang digunakan dalam perladangan biasanya merupakan lahan
kering. Selain berpindah-pindah, pertanian ladang juga belum mengenal sistem
irigasi, pengolahan tanah, dan pemupukan. Perladangan biasanya dilakukan
penduduk dengan cara membabat pepohonan pada lahan yang ada di hutan dan
kemudian ditanami dengan tanaman-tanaman tertentu. Tanaman yang biasa ditanam
di ladang antara lain tanamantanaman palawija, padi huma, umbi-umbian, dan
lainnya.
Perladangan kurang baik bagi kelestarian hutan, bila berlangsung secara
terus-menerus dapat membuat hutan menjadi gundul sehingga tanah mudah terkena
erosi. Sistem pertanian ladang atau petani nomaden banyak dijumpai di
daerah-daerah yang masih mempunyai kawasan hutan yang luas seperti Kalimantan,
Sumatra, dan Papua.
2.2.2 Perkebunan
Pernahkah kamu mengunjungi atau melihat perkebunan the atau kelapa sawit?
Bagaimana luas perkebunan itu menurutmu? Tanaman yang ditanam pada perkebunan
tidak terbatas pada tanaman pangan utama, namun juga berbagai jenis tanaman
pangan tambahan semacam buah-buahan dan sayur-sayuran. Beberapa jenis tanaman
yang diperlukan dalam industri juga biasanya ditanam di perkebunan, misalnya
kapas, kelapa sawit, tembakau, dan sebagainya. Perkebunan dapat
dijalankan pada lahan yang sempit seperti pekarangan rumah maupun luas yang
memerlukan modal besar.
2.2.3 Peternakan
Usaha pembudidayaan hewan-hewan darat yang diperlukan oleh manusia, baik
untuk dikonsumsi, maupun untuk tujuan lainnya dinamakan peternakan.
Faktor-faktor yang mendorong usaha peternakan di Indonesia antara lain sebagai
berikut.
a. Mempunyai padang rumput yang luas
b. Iklimnya cocok untuk persyaratan hidup ternak.
c. Memperluas lapangan kerja di bidang peternakan.
d. Dapat diambil bermacam-macam manfaat, seperti dimanfaatkan
tenaganya, daging, kulit, susu, dan kotorannya untuk pupuk pertanian.
Peternakan biasanya merupakan mata pencaharian sampingan dari penduduk yang
menjalankan usaha pertanian. Berdasarkan jenis hewan yang diternakkan,
peternakan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yakni peternakan hewan besar,
peternakan hewan kecil, dan peternakan hewan unggas.
1.Peternakan Hewan Besar
Peternakan jenis ini membudidayakan hewan-hewan bertubuh besar, seperti
sapi, kuda, dan kerbau. Ternak hewan-hewan bertubuh besar diambil manfaatnya
dalam bentuk susu, daging, kulit, dan tenaganya sebagai alat transportasi.
Selain itu, kotorannya dapat digunakan sebagai pupuk alamiah yang diperlukan
dalam usaha pertanian dan perkebunan.
2.Peternakan Hewan Kecil
Peternakan hewan kecil membudidayakan hewan-hewan bertubuh kecil, seperti
babi, kambing, domba, kelinci, dan lainnya. Manfaat beternak hewan-hewan kecil
adalah untuk diambil susu, daging, dan kulitnya.
3.Peternakan Unggas
Ayam, bebek, angsa, itik, dan puyuh merupakan beberapa contoh hewan unggas
yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Manfaat beternak hewan-hewan unggas
adalah untuk diambil daging, telur, bulu, atau sebagai penghibur untuk
dinikmati suara atau keindahannya.
2.2.4 Perikanan
Negara kita kaya akan potensi perikanan. Selain memiliki laut yang luas dan
garis pantai yang panjang, Indonesia juga memiliki sumber air darat yang
melimpah. Semua potensi tersebut dapat digunakan untuk mendukung sektor
perikanan. Berdasarkan jenis perairannya, usaha perikanan dapat dibedakan
sebagai berikut :
A.Perikanan Darat
Perikanan darat merupakan usaha pembudidayaan atau penangkapan ikan yang
dilakukan di daratan. Pembudidayaan perikanan darat dapat dilakukan di tambak,
keramba, kolam, empang, dan lainnya. Perikanan darat dibedakan menjadi dua,
yaitu sebagai berikut.
1.
Perikanan air payau, dilakukan di
tepi-tepi pantai yang datar dalam bentuk tambak atau empang. Jenis ikan yang
diusahakan adalah udang dan bandeng.
2.
Perikanan air tawar, meliputi
perikanan di sawah, kolam, danau, sungai, dan keramba. Jenis-jenis ikan yang
diusahakan adalah ikan mas, nila, lele, gurami.
B.Perikanan Laut
Usaha pembudidayaan atau penangkapan hewan-hewan laut disebut dengan
perikanan laut. Penangkapan hewan-hewan laut biasanya dilakukan oleh penduduk
yang tinggal di kawasan pesisir. Nelayan biasanya menangkap hewan-hewan laut di
kawasan laut-laut dangkal atau zona neritik. Secara tradisional, para nelayan biasanya
menggunakan perahuperahu kecil. Penangkapan besar-besaran biasanya menggunakan
perahu motor yang besar. Jenis peralatan yang digunakan untuk menangkap ikan
sangat beragam, misalnya pancing, jala, jaring, sero, dan lainnya. Potensi
perikanan laut Indonesia sangat besar, karena hampir 60% wilayah Indonesia
merupakan perairan laut. Jenis ikan yang dihasilkan antara lain tongkol, cucut,
biawak, dan tuna. Pusat perikanan laut di Indonesia adalah:
1.
Bagan Siapi-api (Riau) merupakan
pelabuhan ikan terbesar di Indonesia.
2.
Cilacap dan Tegal (Jawa Tengah)
3.
Muncar (Banyuwangi, Jawa Timur)
4.
Airtembaga (Sulawesi Utara).
Hasil penangkapan ikan, baik perikanan darat atau laut perlu diawetkan agar
dapat bertahan lama. Cara-cara yang bisa dilakukan antara lain pendinginan,
penggaraman, pemindangan, pengasapan, dan pengalengan.
2.2.5 Perhutanan
Lebih dari 50% kawasan darat di Indonesia adalah hutan. Hutan merupakan
kawasan yang ditumbuhi beragam jenis pohon. Di kawasan hutan, biasanya tinggal
berbagai jenis binatang yang menggantungkan kehidupannya pada hasil-hasil
hutan. Sebagai negara yang berada di lintang khatulistiwa, Indonesia memiliki
banyak hutan karena curah hujan yang tinggi. Hutan di Indonesia dapat dibedakan
menjadi beberapa macam, antara lain sebagai berikut:
A. Berdasarkan Asalnya atau Terjadinya Hutan
1) Hutan alami, yaitu hutan yang tumbuh secara almiah. Contoh: hutan rimba.
2) Hutan buatan, yaitu hutan yang sengaja dibuat oleh manusia untuk diambil
hasil kayunya untuk industri. Contoh: hutan karet dan hutan jati.
B. Berdasarkan Jenis Tanamannya
1) Hutan homogen, yaitu hutan yang hanya terdiri atas satu jenis tanaman
saja. Contoh: hutan jati dan hutan pinus.
2) Hutan heterogen, yaitu hutan yang terdiri atas bermacammacam jenis
tanaman, biasanya merupakan hutan alami.
C. Berdasarkan Fungsi atau Manfaatnya
1) Hutan produksi, yaitu hutan yang ditanam untuk dimanfaatkan kayunya,
getahnya, dan sebagainya. Contoh hutan jati, hutan pinus, dan hutan karet.
2) Hutan lindung, yaitu hutan yang difungsikan untuk melindungi tanah dari
erosi dan untuk konservasi hutan. Hutan ini banyak dijumpai di pegunungan atau
lerenglereng bukit.
3) Hutan suaka, yaitu hutan yang difungsikan untuk melindungi jenis tumbuhan
(cagar alam) dan jenis hewan tertentu (suaka margasatwa). Contoh: Kebun Raya
Bogor dan Ujung Kulon (badak bercula satu).
4) Hutan wisata, yaitu hutan yang difungsikan untuk wisata dan rekreasi.
Secara umum fungsi dan manfaat hutan dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu
sebagai berikut.
1.
Fungsi hidrologis yaitu dapat
menyimpan cadangan air.
2.
Fungsi ekonomis yaitu dapat
diambil hasilnya untuk kegiatan produksi sehingga mendatangkan devisa bagi
negara.
3.
Fungsi klimatologis yaitu dapat
mengatur cuaca atau iklim dan menyegarkan udara.
4.
Fungsi orologis yaitu untuk
menjaga keseimbangan lingkungan hidup.
Oleh karena begitu pentingnya fungsi hutan bagi kehidupan, maka
kelestariannya perlu dijaga dari kerusakan, baik dari kebakaran hutan dan
penebangan hutan secara liar (
ilegal logging).
2.2.6 Pertambangan
Pertambangan dilakukan manusia dengan menggali, mengambil, dan mengolah
sumber daya alam yang terdapat di perut bumi untuk memenuhi sebagian kebutuhan
manusia. Kegiatan pertambangan tidak terbatas pada upaya penggalian dan
pengambilan saja, namun juga meliputi upaya-upaya pengolahan sumber daya
tersebut untuk dijadikan barang setengah jadi sebagai bahan dasar industri.
Secara garis besar barang tambang dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu sebagai
berikut.
A. Berdasarkan manfaat atau kegunaannya
1. Golongan A, yaitu barang tambang strategis dan penting untuk perekonomian
negara. Contohnya minyak bumi, batubara, gas alam, bijih besi, tembaga, dan
nikel.
2) Golongan B, yaitu barang tambang yang vital dan penting bagi kehidupan
orang banyak atau penting untuk hajat hidup orang banyak. Contohnya emas,
perak, belerang, fosfat, dan mangan.
3) Golongan C, yaitu barang tambang yang secara langsung digunakan untuk
bahan keperluan industri. Contohnya batu gamping, kaolin, marmer, gips, dan
batu apung.
B.Berdasarkan bentuknya
1) Barang tambang berbentuk energi, yaitu barang tambang yang dapat
menghasilkan tenaga atau energi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Contohnya minyak bumi, batubara, gas alam, dan uranium.
2) Barang tambang berbentuk mineral logam. Contohnya timah, tembaga, bijih
besi, emas, perak, dan nikel.
3) Barang tambang berbentuk mineral bukan logam. Contohnya intan, belerang,
gamping, marmer, pasir kwarsa, dan fosfat.
Selain dari pengelompokan di atas, barang tambang dapat dikelompokkan
berdasarkan bahan asal pembentukannya yaitu mineral organik dan mineral
anorganik. Mineral organik yaitu mineral yang berasal dari sisa makhluk hidup
misalnya gas alam, minyak bumi, dan batubara. Mineral anorganik yaitu mineral
yang berasal dari sisa-sisa bahan anorganik misalnya kaolin, batu, pasir
kwarsa, yodium. Adapun mineral logam bukan berasal dari organik ataupun
anorganik.
Untuk mendapatkan barang tambang yang masih terdapat di alam perlu dilakukan
beberapa tahapan. Tahap pertama adalah
eksplorasi yaitu melakukan
kegiatan penyelidikan dan penelitian pada suatu daerah yang diperkirakan
mengandung barang tambang tertentu. Tahap selanjutnya adalah
eksploitasi yaitu
tahap pengambilan atau penambangan barang tambang di dalam bumi. Wilayah
Indonesia sangat kaya akan potensi sumber daya alam. Namun begitu, belum semua
potensi yang dimiliki telah dipergunakan secara maksimal.
2.2.7 Perindustrian
Perindustrian merupakan usaha manusia untuk mengubah bahan mentah atau
barang setengah jadi menjadi barang jadi. Bidang perindustrian merupakan bidang
pencaharian yang terus meningkat. Pemerintah Indonesia berupaya untuk terus
mendorong bidang perindustrian agar lebih maju, sehingga dapat menampung banyak
tenaga kerja. Berdasarkan besaran proses produksinya, industri dapat
digolongkan menjadi industri kecil, industri menengah, dan industri besar.
a. Industri Kecil
Industri kecil merupakan kegiatan industri dalam skala terbatas. Jenis
industri ini biasanya berbasis pada rumah tangga. Jumlah tenaga kerjanya pun
terbatas dan teknologi yang digunakan dalam industri ini tidak terlalu
kompleks. Contohnya antara lain rumah batik, pembuatan makanan ringan,
pembuatan anyam-anyaman, dan sebagainya.
b. Industri Menengah
Industri menengah merupakan kegiatan industri yang tidak berbasis pada rumah
tangga. Jumlah tenaga kerjanya lebih banyak dari industri kecil dan teknologi
yang digunakan dalam industri ini sudah mulai melibatkan mesin-mesin dalam
jumlah terbatas. Contohnya antara lain industri percetakan, konfeksi, dan
penggergajian kayu.
c. Industri Besar
Industri besar kegiatannya dalam skala besar. Jenis industri ini memerlukan
modal besar, dengan jumlah tenaga kerja sangat banyak, dan teknologi yang
digunakan sangat kompleks yaitu melibatkan mesin-mesin berukuran besar
dalam jumlah banyak. Contohindustri besar adalah pembuatan mobil, pesawat
terbang, dan pengolahan besi.
2.2.8 Pariwisata
Pariwisata dapat diartikan sebagai perjalanan dengan tujuan rekreasi. Mata
pencaharian di sektor pariwisata beragam jenisnya, antara lain berupa penjualan
jasa sebagai pemandu (
guide), penyedia penginapan (akomodasi), hingga
agen perjalanan. Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak kawasan dan
potensi pariwisata. Keindahan alam Indonesia sangat terkenal hingga ke berbagai
negara. Namun, masih sedikit penduduk Indonesia yang bekerja di bidang
pariwisata.
2.2.9 Transportasi dan Jasa
Jasa merupakan usaha manusia untuk membantu manusia lainnya dalam mencapai
atau melaksanakan sesuatu. Sementara itu, transportasi merupakan kegiatan
pemindahan barang atau manusia dari suatu tempat ke tempat lainnya. Pencaharian
penduduk dalam bidang ini pun sangat beragam. Bidang jasa dan transportasi
terutama menjadi pilihan pencaharian masyarakat perkotaan. Beberapa contohnya
antara lain adalah pekerjaan sebagai penerjemah, penyewaan barang, pengemudi,
pilot, masinis, dan sebagainya.
2.2.10 Perdagangan
Perdagangan dilakukan untuk
menyalurkan dan memasarkan barang jadi dari produsen pada konsumen. Perdagangan
diperlukan karena adanya perbedaan jumlah barang atau komoditi tertentu antara
suatu kawasan dengan kawasan lain. Berdasarkan besaran dan jenis barang,
perdagangan dapat dikelompokkan menjadi perdagangan kecil, perdagangan
menengah, dan perdagangan besar. Perdagangan kecil, kegiatannya berupa
penyaluran barang langsung kepada pembeli (eceran). Perdagangan menengah
kegiatannya berupa penyaluran barang dari pedagang besar pada pedagang kecil
sehingga tidak melibatkan konsumen. Perdagangan besar kegiatan melibatkan
produsen barang atau pemilik barang dalam jumlah besar dengan para pedagang
menengah.
2.3 Sumber Daya
Manusia Indonesia
Perkembangan
Jumlah Penduduk Indonesia dalam Kaitannya dengan Perkembangan Penduduk Dunia.
Jumlah penduduk suatu Negara atau wilayah dapat diketahui secara resmi dari
publikasi hasil sensus penduduk. Jumlah penduduk pada suatu negara selalu
mengalami perubahan yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian dan migrasi
atau perpindahan penduduk. Perubahan keadaan penduduk tersebut dinamakan
dinamika penduduk. Dinamika atau perubahan penduduk cenderung kepada
pertumbuhan.
Pertumbuhan
penduduk ialah perkembangan jumlah penduduk suatu daerah atau negara. Jumlah
penduduk suatu negara dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survei
penduduk. Jumlah penduduk Indonesia sejak sensus pertama sampai dengan sensus
terakhir jumlahnya terus bertambah. Sensus pertama dilaksanakan pada tahun 1930
oleh pemerintah Hindia Belanda. Sedangkan sensus yang pernah dilakukan oleh
pemerintah Indonesia adalah pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan yang terakhir
2000. Sensus di Indonesia dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan
waktu pelaksanaan sensus di Indonesia diadakan sepuluh tahun sekali.
2.3.1 Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk
Jumlah
penduduk dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu yaitu bertambah atau
berkurang. Dinamika penduduk atau perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh 3
(tiga) faktor yaitu :
a. Kelahiran
(natalitas)
b. Kematian
(mortalitas)
c. Migrasi
(perpindahan)
Jumlah
kelahiran dan kematian sangat menentukan dalam pertumbuhan penduduk Indonesia,
oleh karena itu kita perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelahiran
dan kematian. Faktor Yang Menunjang Dan Menghambat Kelahiran (Natalitas) Di
Indonesia Adalah Sebagai Berikut:
a.
Penunjang Kelahiran (Pro Natalitas) antara lain :
1. Kawin usia muda
2. Pandangan “banyak anak banyak rezeki”
3. Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari
nafkah
4. Anak merupakan penentu status social
5. Anak merupakan penerus keturunan terutama anak
laki-laki.
b.
Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas) antara lain :
1. Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB)
2. Penundaan usia perkawinan dengan alasan
menyelesaikan pendidikan
3. Semakin banyak wanita karir.
Penggolongan
angka kelahiran kasar (CBR) :
1. angka
kelahiran rendah apabila kurang dari 30 per 1000 penduduk
2. angka
kelahiran sedang, apabila antara 30 – 40 per 1000 penduduk
3. angka
kelahiran tinggi, apabila lebih dari 40 per 1000 penduduk
Faktor Yang
Menunjang Dan Menghambat Kematian (Mortalitas) Di Indonesia, Adalah Sebagai
Berikut :
a.
Penunjang Kematian (Pro Mortalitas) antara lain :
1. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya
kesehatan
2. Fasilitas kesehatan yang belum memadai
3. Keadaan gizi penduduk yang rendah
4. Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus,
gempa bumi, banjir
5. Peparangan, wabah penyakit, pembunuhan
b.
Penghambat Kematian (Anti Mortalitas) antara lain :
1. Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya
kesehatan
2. Fasilitas kesehatan yang memadai
3. Meningkatnya keadaan gizi penduduk
4. Memperbanyak tenaga medis seperti dokter, dan bidan
Penggolongan
angka kelahiran kasar :
1. angka kematian rendah apabila kurang dari 10 per
1000 penduduk
2. angka kematian sedang, apabila antara 10 – 20 per
1000 penduduk
3. angka kematian tinggi, apabila lebih dari 20 per
1000 penduduk
2.3.2 PIRAMIDA
PENDUDUK
Komposisi
penduduk adalah struktur penduduk yang didasarkan atas kriteria tertentu,
Seperti komposisi geografis, biologis dan sosial. Komposisi penduduk geografis
didasarkan atas pemilahan karakteristik lokasi seperti penduduk perkotaan dan
pedesaan. Komposisi penduduk biologis, misalnya didasarkan atas usia dan jenis
kelamin. Komposisi social didasarkan atas atribut social seperti status
kawin,tingkat pendidikan dan mata pencaharian.
Bentuk-bentuk Piramida Penduduk
Bentuk
piramida penduduk dibadakan menjadi tiga macam yaitu :
1. Bentuk Limas (Expansive).
menunjukkan jumlah penduduk usia
muda lebih banyak dari pada usia dewasa maupun tua, sehingga pertumbuhan
penduduk sangat tinggi, contohnya: Indonesia, Filipina, Mesir, Nigeria, Brazil.
2.
Bentuk Granat
(Stationer),
menunjukkan jumlah usia muda
seimbang dengan usia dewasa, sehingga pertumbuhan penduduk kecil sekali, contohnya:
Amerika Serikat, Belanda, Norwegia, Finlandia.
3. Bentuk Batu Nisan
(Constructive),
menunjukkan jumlah penduduk usia tua
lebih besar dari pada usia muda, jumlah penduduk mengalami penurunan,
contohnya: negara-negara yang baru dilanda perang.
Ciri-ciri
struktur penduduk pada tiap bentuk piramida :
1. Piramida
Penduduk Expansif memiliki ciri-ciri :
- Sebagian
besar berada pada kelompok penduduk muda
- Kelompok
usia tua jumlahnya sedikit
- Tingkat
kelahiran bayi tinggi
- Pertumbuhan
penduduk tinggi
2. Piramida
Penduduk Stasioner memiliki ciri-ciri :
- Penduduk
pada tiap kelompok umur hampir sama
- Tingkat
kelahiran rendah
- Tingkat
kematian rendah
- Pertumbuhan
penduduk mendekati nol atau lambat
3. Piramida
Penduduk Constructive memiliki ciri-ciri :
- Sebagian
besar penduduk berada kelompok usia dewasa atau tua.
- Jumlah
penduduk usia muda sangat sedikit
- Tingkat
kelahiran lebih rendah dibanding dengan tingkat kematian
- Pertumbuhan
penduduk terus berkurang
2.3.3 Ledakan
Penduduk
Ledakan
penduduk adalah suatu peristiwa kependudukan yang menunjukkan adanya
peningkatan jumlah penduduk secara drastic dan pesat.Pertumbuhan penduduk di
setiap negara akan berdampak pula terhadap pertumbuhan penduduk dunia secara
keseluruhan. Menurut Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) yang menangani masalah
kependudukan melaporkan bahwa pada tahun 2003 jumlah penduduk dunia 6,3 milyar.
Menurut
Thomas Robert Malthus dalam Essay on the Principle of Population (1798),
dikatakan bahwa “ penduduk bertambah menurut deret ukur dan bahan makanan
bertambah menurut deret hitung ”. Dengan demikian pertumbuhan penduduk lebih
cepat dari pada produksi makanan yang dibutuhkan. Jika hal ini terus menerus
dibiarkan maka akan terjadi ledakan penduduk. Ledakan penduduk sebagai akibat
pertumbuhan penduduk yang cepat seperti itu memberikan dampak yang buruk bagi
kehidupan sosial-ekonomi masyarakat dan hal inipun membuat pemerintah berusaha
untuk mengatasinya ledakan penduduk tersebut.
Dampak
Ledakan Penduduk antara lain :
- Jumlah
pengangguran semakin meningkat
- Kekurangan
pangan yang menyebabkan kelaparan dan gizi rendah
- Kebutuhan
pendidik, kesehatan dan perumahan sukar diperoleh
- Terjadinya
polusi dan kerusakan lingkungan
- Tingkat
kemiskinan semakin meningkat
Usaha
mengatasi Ledakan Penduduk antara lain :
- Memperluas
lapangan kerja melalui industrialisasi
- Melaksanakan
program Keluarga Berencana (KB)
- Meningkatkan
produksi pangan sesuai kebutuhan penduduk
- Melaksanakan
program transmigrasi
- Menambah
sarana pendidikan dan perumahan sederhana
2.3.4 Migrasi
Penduduk
Migrasi
merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan
penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat
nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional,
dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen
disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke
tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan
untuk menetap.
2.3.5 PERSEBARAN
DAN KEPADATAN PENDUDUK
Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu
wilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak.
Kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukkan jumlah rata-rata ppenduduk
pada setiap Km2 pada suatu wilayah negara.
Faktor-faktor yang memppengaruhi penyebaran dan kepadatan penduduk tiap-tiap
daerah atau negara sebagai berikut:
1. Faktor Fisiografis
2. Faktor Biologis
3. Faktor Kebudayaan dan Teknologi
2.3.6 Angkatan
kerja
Angkatan
kerja adalah penduduk usia produktif yang berusia 15-64 tahun yang sudah
mempunyai pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja, maupun yang sedang aktif
mencari pekerjaan.
Angkatan
kerja dikelompokkan menjadi 4 golongan, yaitu :
1. Mereka
yang bekerja penuh adalah angkatan kerja yang aktif menyumbangkan tenaganya
dalam kegiatan produksi.
2.
Pengangguran terbuka atau open unemployment adalah mereka yang sama sekali
tidak bekerja, tetapi sedang mencari pekerjaan (sewaktu-waktu siap bekerja)
3.
Setengah menganggur atau under unemployment adalah mereka yang bekerja
tidak sesuai dengan pendidikan/keahliannya atau tidak menggunakan sepenuh
tenaganya karena kekurangan lapangan perkerjaan. Contoh : Seorang sarjana
bekerja tidak sesuai dengan pendidikannya.
4.
Pengangguran tersembunyi/tersamar atau disebut disguise employment,
artinya suatu pekerjaan dikerjakan oleh pekerja yang berlebihan sehingga mereka
tidak bekerja maksimal.
2.3.7 Sistem
Pendidikan Nasional
Sistem
pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait
secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
UUSPN dari
No. 2 tahun 1989 diganti UU No. 20 tahun 2003, dilakukan dalam rangka
memperbarui visi, misi dan strategi pendidikan nasional. Pembaruan sistem
pendidikan nasional mencakup penghapusan diskriminasi antara pendidikan formal
dan pendidikan non-formal.
Visi
pendidikan nasional adalah memberdayakan semua warga negara Indonesia, sehingga
dapat berkembang menjadi manusia berkualitas yang mampu bersaing dan sekaligus
bersanding dalam menjawab tantangan zaman.
2.4 Iklim
Investasi di Indonesia
Investasi adalah
suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi.
Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu
harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga
sebagai penanaman modal.
Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal
barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang
produksi). Contohnya membangun rel kereta api atau pabrik. Investasi adalah
suatu komponen dari PDB dengan rumus PDB = C + I + G + (X-M). Fungsi investasi
pada aspek tersebut dibagi pada investasi non-residential (seperti pabrik dan
mesin) dan investasi residential (rumah baru). Investasi adalah suatu fungsi
pendapatan dan tingkat bunga, dilihat dengan kaitannya I= (Y,i). Suatu
pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar, dimana tingkat
bunga yang lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal
tersebut akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika
suatu perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk
investasi, tingkat bunga menunjukkan suatu biaya kesempatan dari investasi dana
tersebut daripada meminjamkan. Untuk memperoleh suatu pertumbuhan ekonomi yang
tinggi dalam proses pembangunan di Indonesia, terkumpulnya modal dan sumber
daya sebagai investasi, menduduki peran yang sangatpenting.
Secara umum bentuk aset yang di Investasikan
terbagi menjadi dua jenis yaitu:
1.Riil Investment
Yaitu menginvestasikan sejumlah dan tertentu pada
aset berwujud, seperti halnya tanah, emas, bangunan, emas, dan lain-lain.
2. Financial
Investment
Yaitu menginvestasikan sejumlah dana tertentu pada
aset finansial, seperti halnya deposito, saham, obligasi, dan lain-lain. Dalam
hal ini surat berharga yang diperdagangkan atau yang sering disebut dengan efek
adalah berupa saham.
Menurut Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tentang pasar
modal, definisi dari bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan penawaran
jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek
diantaranya. Di Indonesia, perdagangan saham dilakukan di Bursa Efek Indonesia.
Tidak semua perusahaan dapat langsung mengeluarkan suatu efek (saham), oleh
sebab itu perusahaan yang ingin menerbitkan efek harus memenuhi kriteria
ataupun peraturan-peraturan yang ada sebelum menerbitkan suatu efek.
Faktor-Faktor Penentu Investasi
Bagi seorang investor yang hendak melakukan suatu
investasi, harus melakukan suatu analisis terlebih dahulu dalam menentukan
keputusan investasinya. Untuk melakukan suatu analisis investasi, setidaknya
ada tiga faktor yang harus dianalisis, yaitu:
1. Analisis kondisi makroekonomi
2. Analisis pada jenis industri
3. Analisis fundamental suatu
perusahaan
Tahap pertama yang dilakukan oleh seorang investor
dalam berinvestasi adalah melakukan analisis terhadap variabel-variabel makro,
tahap analisis ini dilakukan untuk menganalisis kondisi perekonomian suatu
negara secara makro dalam proses suatu investasi. Variabel-variabel ekonomi
makro yang dianalisis diantaranya adalah tingkat inflasi, transaksi berjalan,
kurs/exchange rate (nilai tukar suatu mata uang negara terhadap mata uang
negara lain), suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan lain-lain.
Pada tahap kedua, dilakukan analisis pada berbagai
jenis industri. Pada tahapan ini, kita memilih jenis industri yang paling
memberikan prospek keuntungan jika dilakukan invstasi. Sektor mana yang akan
dijadikan suatu investasi dapat dilihat dari pergerakan dalam indeks sektoral
industri pada suatu pasar modal. Sektor yang mempunyai indeks yang bagus untuk
investasi jangka panjang tentunya akan dipilih. Pada tahap analisis ketiga,
dilakukan analisis fundamental pada perusahaan, dengan menggunakan rasio-rasio
keuangan suatu perusahaan.
Dalam rasio-rasio keuangan, terbagi lagi menjadi 5
rasio, yaitu :
1. Rasio Likuiditas, menyatakan
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo.
2. Rasio Aktifitas, menunjukkan
kemampuan serta efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aktifa yang dimiliki
atau perputaran (turn over) aktifa-aktifa suatu perusahaan.
3. Rasio Hutang, berfungsi untuk menunjukkan
kemampun perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
4. Rasio Profitabilitas, menunjukkan tingkat
keberhasilan perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan.
5. Rasio Pasar,
menggambarkan bagaimana pasar menghargai saham suatu perusahaan.
Untuk memperoleh suatu pertumbuhan yang tinggi
dalam proses pembangunan di Indonesia, terkumpulnya modal dan sumber daya
sebagai investasi, menduduki peran yang sangat penting. Bagaimana kita dapat
melakukan pembangunan jika dana yang diperlukan untuk itu tidak tersedia atau
mencukupi ?
Dalam kondisi tertentu masih sulit untuk
mengharapkan dana investasi dari masyarakat. Untuk itulah pemerintah memerlukan
dana yang besar dari selisih penerimaan dan pengeluaran atau biaya rutin
pemerintah. Namun sayangnya pemerintah tidak dapat terus-menerus mengandalkan
tabungan pemerintah tersebut. Perlu dilakukan upaya-upaya tambahan guna
membantu memenuhi kebutuhan dana investasi pembangunan. Upaya-upaya tersebut
adalah:
·
Lebih mengembangkan ekspor
komoditi non-migas, sehingga secara absolut dapat meningkatkan penerimaan
pemerintah dari sektor luar negeri. Untuk menunjang langkah ini perlu
diusahakan peningkatan nilai tambah dan kemampuan bersaing dari
komoditi-komoditi yang akan diekspor tersebut.
·
Mengusahakan adanya pinjaman
luar negeri yang memiliki syarat lunak, serta menggunakannya untuk kegiatan
investasi yang menganut prinsip prioritas.
·
Menciptakan iklim investasi
yang menarik dan aman bagi para penanaman modal asing, sehingga makin banyak
PMA yang masuk ke Indonesia.
·
Lebih menggiatkan dan
menyempurnakan sistem perpajakan dan perkreditan, terutama kredit untuk
golongan ekonomi lemah, agar mereka secepatnya dapat berjalan bersama dengan
para pengusaha besar dalam rangka peningkatan produktifitas.
BAB III
KESIMPULAN
Secara
geografis wilayah Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra, yaitu
Benua Asia dengan Benua Australia. Sedangkan samudra yang membatasi adalah Samudra
Hindia dan Samudra Pasifik. Letak geografis ini sangat berpengaruh terhadap
keberadaan wilayah Indonesia, baik dilihat dari keadaan fisik dan sosial maupun
ekonomi dan politik.
Secara letak
astronomis, yaitu letak suatu tempat berdasarkan koordinat garis lintang dan
garis bujurnya. Letak astronomis Indonesia antara 6°.08′LU – 11°.15′LS dan
95°.45′BT – 141°.05‘BT. Letak astronomis ini mengakibatkan Indonesia mengalami
iklim tropis yang sangat membawa keuntungan bagi negara Indonesia. Keuntungan
yang didapat oleh Indonesia dengan posisi / letak astronomis tersebut adalah
memiliki curah hujan yang tinggi dan penyinaran matahari sepanjang tahun.
Lahan-lahan pertanian sangat tergantung dengan curah hujan yang tinggi dan
penyinaran matahari, sehingga dapat memberikan kesuburan pada lahan pertanian.
Dengan demikian memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selain itu, wilayah
Indonesia juga banyak terjadi penguapan sehingga kelembapan udara cukup tinggi.
Hal ini sangat menguntungkan bangsa Indonesia untuk bercocok tanam ataupun
beraktivitas dalam segala bidang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu,
semakin membaiknya perekonomian Indonesia di mata dunia, menyebabkan iklim
investasi di Indonesia semakin membaik sangat menguntungkan bagi bagsa
indonesia.
Daftar Pustaka
Suprihartoyo dkk, 2009, Ilmu Pengetahuan Sosial 1 : untuk SMP dan
MTs Kelas VII, Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan
Nasional, h. 263 – 271.
http://sumberilmu.info/2008/02/15/sumber-daya-manusia-indonesia/