Selasa, 20 Januari 2015

Cara Membangun Perusahaan



Cara Membangun Perusahaan

- Membeli perusahaan yang telah dibangun. 
- Memulai perusahaan baru. 
- Membeli hak lesensi ( Wara laba ) 

1. Membeli perusahaan baru 

Membeli perusahaan yang telah dibangun dapat memberikan sejumlah keuntungan bagi pihak pengambil alih seperti terkait dengan lokasi perusahaan, evaluasi kinerja perusahaan, efisiensi usaha/waktu, maupun efisiensi dalam biaya pendirian. 

Pada umumnya orang berkenan membeli perusahaan yang telah di bangun, bilamana atas dasar pengalaman dan fakta di rasakan bahwa lokasi perusahaan telah terjamin dan menguntungkan. Jadi, menghemat biaya yang seharus nya di keluarkan untuk kelayakan lokasi. 

Dalam kaitannya dengan pengambilalihan atas pertimbangan kinerja perusahaan, tentunya pihak pengambil alih telah memperhitungkan kemampuan perusahaan atas dasar catatan-catatan pelaksanaan yang nyata yang dipelajari sehingga dapat dilakukan penilaian tentang kesehatan perusahaan (misalnya catatan mengenai utang pajak, laporan keuangan yang diaudit, pembukuan penjualan, urusan dengan pengadilan, dan sebagainya). 

Bilamana menurut penilaian perusahaan bersangkutan tidak sehat, namun ketidaksehatan perusahaan disebabkan oleh factor-faktor tertentu yang dirasa mampu untuk diatasi dengan segeradalam jangka waktu tertentu maka pengambilalihan perusahaan tersebut masih merupakan alternative yang menarik. Hal ini mengingat infestasi yang di keluarkan akan dapat kembali dan memberi keuntungan selewat batas waktu yang telah direncanakan . 

Dengan mengambil alih perusahaan yang telah dibangun, berarti telah tersedia modal, teknologi, tenaga kerja, dan bahkan pelanggan. Bilamana ketersediaan semua itu disertai dengan kemampuan yang memadai, maka pelaksanaan operasi produksi dapat langsung dijalankan sesegera mungkin setelah pengambilalihan selesai. Dalam hal ini pihak pengambil alih tidak perlu lagi menunggu modal dan peralatan untuk memulai operasi seperti halnya pada perusahaan yang baru dibangun. 

Biasanya, suatu perusahaan tersebut dijual karena pemiliknya ingin mengundurkan diri atau karena suatu kebutuhan mendesak. Pada kasus-kasus demikian, biasanya harga yang ditawarkan relatif lebih murah, sehingga pengambilalihan dapat berarti suatu penghematan. 

Contoh: Tugu pratama Indonesia, Asuransi jasa Indonesia, bank agroniaga dll 

2. Memulai Perusahaan Baru. 

Memulai perusahaan baru merupakan upaya yang menguntungkan bilamana tak ada kemungkinan membeli perusahaan yang sudah dibangun atau pembelian perusahaan yang sudah ada itu di perhitungkan tidak menguntungkan (karena perusahaan yang akan di ambil alih dinilai tidak sehat, operasionalnya tidak efisien, pasarnya tidak memadai, pekerjaannya tidak kompeten, peralatan dan teknologinya sudah ketinggalan zaman, dan sebagainya). 

Pembuatan perusahaan baru memungkinkan pemilik untuk memilih lokasi, seleksi dalam rekrutmen tenaga kerja, pemilihan merek dagang, teknologi, jenis peralatan, dan sebagainya. Dengan cara ini, efisiensi operasional yang baru dapat dicapai setelah beberapa waktu mendatang. Tetapi, dengan tenaga dan semangat baru, diharapkan hasil yang dicapai akan lebih baik.

Contoh: bank bukopin, PT tasik jaya, Best argo group dll 

3. Membeli Hak lisensi ( Franchising/Waralaba ) 

Pembelian hak lisensi (franchising) dapat merupakan suatu keuntungan tersendiri karena adanya kerjasama antara si pembeli hak lisensi (franchisee) dengan pihak yang hak lisensinya di beli (franchisor). Dalam franchising terjadi hubungan bisnis yang berkesinambungan antara franchisee dengan franchisor. Franchising merupakan suatu persatuan lisensi menurut hukum antara suatu pabrik (manufakturing) atau perusahaan yang menyelenggarakan, dengan penyalur (dealer) untuk melaksanakan kegiatan. Dengan franchising, perusahaan seolah-olah menjadi bagian dari suatu rangkaian yang besar, lengkap dengan nama, produk merek dagang, dan prosedur penyelenggaraan standar. Sistem waralaba (franchising) sendiri dimulai dengan apa yang disebut "Product Franchise" (waralaba produk),yang lebih merupakan usaha keagenan seperti keagenan Mesin Jahit Singer, Keagenan Sepatu Bata, dan sejenisnya. Pada perkembangan selanjutnya, waralaba produk ini kemudian populer melalui "Bussiness Format Franchising" (sistem waralaba forma. 

Contohnya : restoran KFC, Mc Donald, Es teller 77, Ace Hardware, Cotinent Hypermarket, Ray White Property, Ziebart, dan lain sebagainya. 

Sumber:

Pengertian TCP dan UDP Beserta Perbedaannya

Pengertian TCP dan UDP

  •  TCP ( Transmition Control Protocol ) adalah standar komunikasi data yang di guanakan oleh komunitas internet dalam proses tukar menukar data dari satu computer ke computer lain dalam jaringan internet.
  • UDP adalah protocol yang digunakan pada dunia internet dan sifatnya connectionless. UDP tidak pernah digunakan untuk mengirim data penting seperti hal web, informasi database dsb. Tetapi UDP biasanya di gunakan untuk streaming audio dan atau video.

Perbedaan TCP dan UDP

TCP
UDP
1.        Beroperasi berdasarkan konsep koneksi
1.Tidak berdasarkan konsep koneksi. Jadi, harus membuat kode sendiri
2.       Jaminan pengiriman data akan reliable dan teratur
2. Tidak ada jaminan bahwa pengiriman dan penerimaan data akan reliable dan teratur. Sehingga , paket data akan kurang, terduplikan, atau bahkan tidak sampai sama sekali.
3.       Secara otomatis memecah data – data kedalam paket – paket
3.Pemecahan kedalam paket – paket dan proses pengirimannya dilakukan secara manual
4.       Tidak akan mengirimkan data terlalu cepat sehingga memberikan jaminan bahwa koneksi internet dapat menanganinya
5.       Mudah untuk digunakan, transfer paket data seperti menulis dan membaca file.

Selasa, 30 Desember 2014

Investasi



Merupakan pengeluaran / pembelanjaan perusahaan ( penanaman modal untuk membeli barang dan modal, guna menambah kemampuan memproduksi barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian.

Investasi meliputi :
-          Menambah mesin
-          Menambah bangunan / gedung
-          Menambah stok / persediaan barang yang belum terjual

Kriteria Investasi :
1.         Payback period
2.        Benefit best ratio
3.        Net present value
4.       Internal rate of return

Faktor penentu Investasi :
1.         Tingkat pengembalian yang dihadapkan
-         Kondisi internal
-         Kondisi eksternal
2.        Biaya
3.        Mec, i, & mei

Fungsi investasi
I = Io + Iy
Kurva yang menunjukan antara tingkat investasi dan tingkat pendapatan nasional

Yaitu terdapat 2 bentuk fungsi :
1.         Sejajar dengan sumbu datar Io : tidak di pengaruhi pendapatan nasional
2.        Naik keatas : makin tinggi pendapatan nasional , makin tinggi investasi ( I terpengaruh )

Dimana :
I = investasi
Io = investasi otonom

Factor – factor yang membedakan antara laporan bank dengan laporan perusahaan



      Factor – factor yang membedakan antara laporan bank dengan laporan perusahaan :

1.      Adanya transaksi –transaksi yang telah dicatat oleh perusahaan sebagai penerimaan kas tetapi belum diketahui dan dicatat oleh bank, diantaranya :
a.    Setoran dalam perjalanan (Deposit in Transit )
b.    Penerimaan kas oleh perusahaan dalam bentuk tunai tetapi belum disetorkan ke bank

2.     Adanya transaksi –transaksi yang telah dicatat sebagai penerimaan oleh pihak bank tetapi belum diketahui dan belum dicatat oleh pihak perusahaan, diantaranya :
a.    Pendapatan bunga bank / pendapatan bunga jasa giro
b.    Pembayaran yang dilakukan oleh debitur melalui bank tetapi tidak diketahui oleh perusahaan

3.     Adanya transaksi – transaksi yang telah dicatat oleh perusahaan sebagai pengeluaran tetapi tidak diketahui oleh pihak bank diantaranya :
a.    Cek yang beredar ( Out Standing Check )
b.    Sek yang sudah ditandatangani oleh perusahaan tetapi belum diserahkan kepada pihak penjual/ kreditur )

4.    Transaksi-transaksi yang sudah dicatat oleh bank sebagai pengeluaran tetapi belum diketahui oleh perusahaan diantaranya:
a.    Cek yang ditolak oleh pihak bank
b.    Biaya jasa / biaya administrasi bank

5.    Adanya kesalahan – kesalahan mencatat bank yang dilakukan oleh bank ataupun perusahaan.
Sumber : catatan