Rabu, 14 November 2012

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Bisnis di Indonesia

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Bisnis di Indonesia

Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim-iklim bisnis di Indonesia antara lain :
1.     Inflasi
Dalam ilmu ekonomi inflasi adalah proses naiknya harga barang-barang secara umum dan terus menerus berkaitan dengan mekanisme pasar, antara lain : konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidaklancaran distribusi barang.
Definisi lainnya adalah proses menurunya nilai mata uang secara kontinu. Ini adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi rendahnya suatu harga.
Berdasarkan penyebabnya, inflasi dibagi menjadi 2 jenis yaitu ;
·         demand pull inflation terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan dimana biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga.  Misalnya, karena bertambahnya pengeluaran pemerintah yang dibiayai oleh pengeluaran negara atau kenaikan permintaan luar negeri terhadap barang-barang ekspor atau bertambahnya pengeluaran investasi swasta karena kredit murah.
·         cost push inflation terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan. Bisa jadi karena kenaikan harga sarana yang didatangkan dari luar negeri atau kenaikan harga bahan bakar (minyak)
Sedangkan berdasarkan asal dari inflasi, maka bisa digolongkan menjadi;
·         Domestic Inflation, berasal dari dalam negeri. Misalnya karena defisit anggaran belanja yang disebabkan oleh percetakan uang, panen gagal, dll
·         Imported Inflation, berasal dari luar negeri, timbul karena kenaikan harga barang-barang diluar negeri atau di negara-negara langganan berdagang kita. Penularannya bisa melalui kenaikan harga barang ekspor.
Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator. Inflasi dibagi menjadi 4 golongan yaitu ;
·         inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)
·         Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
·         Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
·         Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)
IHK (Indeks Harga Konsumen) merupakan indikator yang paling sering digunakan untuk mengambarkan pergerakan suatu harga. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang sering dikonsumsi.

2.     Pengangguran
Menurut Sukirno (2004: 28) pengangguran adalah jumlah tenaga kerja dalam perekonomian yang secara aktif mencari pekerjaan tetapi belum memperolehnya. Selanjutnya International Labor Organization (ILO) memberikan definisi pengangguran yaitu:
·         Pengangguran terbuka adalah seseorang yang termasuk kelompok penduduk usia kerja yang selama periode tertentu tidak bekerja, dan bersedia menerima pekerjaan, serta sedang mencari pekerjaan.
·         Setengah pengangguran terpaksa adalah seseorang yang bekerja sebagai buruh karyawan dan pekerja mandiri (berusaha sendiri) yang selama periode tertentu secara terpaksa bekerja kurang dari jam kerja normal, yang masih mencari pekerjaan lain atau masih bersedia mencari pekerjaan lain/tambahan (BPS, 2001: 4).
Sedangkan menurut Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) menyatakan bahwa:
·         Setengah pengangguran terpaksa adalah orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu yang masih mencari pekerjaan atau yang masih bersedia menerima pekerjaan lain.
·         Setengah pengangguran sukarela adalah orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu namun tidak mencari pekerjaan dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain (BPS, 2000: 14).
Berdasarkan kepada faktor-faktor yang menimbulkannya, pengangguran dibedakan kepada tiga jenis, yaitu (Simanjuntak, 1998: 14):
·         Pengangguran friksional adalah pengangguran yang terjadi akibat kesenjangan waktu, informasi, maupun kondisi geografis antara pencari kerja dan lowongan kerja.
·         Pengangguran struktural adalah pengangguran yang terjadi karena pencari kerja
tidak memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk lowongan pekerjaan yang ada.
·         Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi karena pergantian musim. Pengangguran berkaitan dengan fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek, terutama terjadi di sektor pertanian.
Untuk mengelompokkan masing-masing pengangguran tersebut perlu diperhatikan dimensi-dimensi yang berkaitan dengan pengangguran itu sendiri, yaitu (Bakir, 1984: 35):
1.      Intensitas pekerjaan (yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi makanan).
2.      Waktu (banyak di antara mereka yang bekerja ingin bekerja lebih lama).
3.      Produktivitas (kurangnya produktivitas seringkali disebabkan oleh kurangnya SDM)
Berdasarkan dimensi di atas pengangguran dapat dibedakan atas (BPS, 2000: 8) yaitu:
·         Pengangguran terbuka, baik terbuka maupun terpaksa. Secara sukarela, mereka tidak mau bekerja karena mengharapkan pekerjaan yang lebih baik. Sedangkan pengangguran terpaksa, mereka mau bekerja tetapi tidak memperoleh pekerjaan.
·         Setengah pengangguran (under unemployment) yaitu mereka yang bekerja di mana waktu yang mereka pergunakan kurang dari yang biasa mereka kerjakan.
·         Tampaknya mereka bekerja, tetapi tidak bekerja secara penuh. Mereka tidak digolongkan sebagai pengangguran terbuka dan setengah pengangguran. Yang termasuk dalam kategori ini adalah:
·         Pengangguran tak kentara (disguised unemployment).
·         Pengangguran tersembunyi (hidden unemployment).
·         Pensiunan awal.
3.     Tabungan dan investasi
Tabungan merupakan bagian dari pendapatan yang tidak digunakanuntuk konsumsi.Tabungan biasanya disimpan dibank dalam bentuksaving(tabungan ),demand deposit (giro), dan deposit (deposito). Ada pulatabungan yang digunakan untuk mendapatkan aktiva-aktiva keuanganatau fisik, misalnya saham, sebagai balas jasanya mendapatkan deviden,bunga, dan penerimaan sewa.
Faktor yang Mempengaruhi

·         Pendapatan Masyarakat
Pendapatan sangat berpengaruh terhadap tingkat tabungan. Semakinbesar pendapatan semakin besar dorongan untuk menabung sebagiandari pendapatan.
·         Tinggi rendahnya suku bunga 
Tingkat suku bunga juga sangat berpengaruh terhadap tingkattabungan karena semakin tinggi tingkat suku bunga maka masyarakatakan semakin bersemangat untuk menabung.
·         Kepercayaan terhadap bank
Apabila suatu bank tidak dipercaya maka tingkat tabungan akanmenurun.
·                  Kondisi perekonomian makro
Bila kondisi perekonomian tidak stabil, krisis ekonomi dan moneterterus berlangsung, pengangguran cenderung meluas, masyarakat akanlebih memilih hal yang utama sehingga mengakibatkan menurunnyatingkat konsumsi dan tabungan.
·                  Hasrat untuk menabung
Hasrat untuk menabung ataumarginal propensity to save
(MPS)merupakan kecenderungan tambahan untuk menabung.
·         Distribusi Pendapatan
·         Dana Pensiun
·         Tabungan dan kekayaan yang sudah ada

   Investasi

PengertianInvestasi adalah kegiatan penanaman modal untuk memperluas dan meningkatkan produksi barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam pelaksanaannya investasi dapat dibedakan menjadi investasi bruto dan investasi neto.
·         Investasi Bruto
Investasi untuk meningkatkan kemampuan untuk memproduksi barangdan jasa serta investasi pembelian benda-benda modal mengalamipenyusutan. Adapun yang termasuk investasi bruto adalah pembelianbarang-barang modal, seperti tanah, mesin-mesin industri, kendaraanmembangun pabrik, kantor, perumahan, dan pembelian bahan-bahanserta barang-barang persediaan
·         Investasi Netto
Investasi bruto dikurangi penyusutan selama satu tahun. Dilihat darisudut apakah investasi itu dipengaruhi oleh pendapatan nasional atautidak, maka investasi dibagi 2 yaitu:

·         Autonomous Investment adalah investasi mandiri yang tidakdipengaruhi oleh pendapatan nasional. Pada umumnya investasi inidilakukan oleh pengusaha.

·         Induced Investment adalah investasi yang dipengaruhi adanyapenanaman modal yang yang dipengaruhi oleh pendapatannasional. Makin tinggi pendapatan nasional mekin besar jumlah investasi
4.      Pemerintah
Tidak ada satu negarapun di dunia ini yang tidak melibatkan peran pemeritah dalam sistem perekonomiannya. Tidak juga di negara yang menganut sistem kapitalis, yang menghendaki peran swasta lebih dominan dalam mengelola perekonomiannya. Karena di dunia ini tidak ada satupun negara yang menerapkan sistem kapitalis murni. Menurut Adam Smith, ahli ekonomi kapitalis mengatakan peranan pemerintah hanya meliputi tiga fungsi saja, yaitu:
·         Memelihara keamanan dan pertahanan dalam negeri
·         Menyelenggarakan peradilan
·         Menyediakan barang-barang yang tidak bisa disediakan oleh pihak swasta
Dlam masa sekarang ini, banyaknya perkembangan dan kemajuan akibat semakin majunya teknologi dan banyaknya penemu-penemu baru serta semakin terbukanya perekonomian antar negara, menyebabkan begitu banyak kepentingan yang saling terkait dan berbenturan.  Hal ini menyebabkan peranan pemerintah sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan perekonomian, karena tidak semua bidang perekonomian bisa dilaksanakan oleh pihak swasta. Dengan demikian dalam sistem perekonomian modern, peranan pemerintah dapat dibagi dalam tiga bagian, yaitu:
·         Peranan Alokasi
·         Peranan Distribusi
·         Peranan Stabilisasi
Peranan Stabilisasi
Peranan alokasi oleh pemerintah ini sangat dibuthkan terutama dalam hal penyediaan barang-barang yang tidak dapat disediakan oleh swasta yaitu barang-barang umum atau disebut jugabarang publik. Karena dalam sistem perekonomian suatu negara, tidak semua barang dapat disediakan oleh swasta dan dapat diperoleh melalui sistem pasar. Dalam hal seperti ini maka pemerintah harus bisa menyediakan apa yang disebut barang publik tadi. Tidak dapat tersedianya barang-barang publik tersebut melalui sistem pasar disebut dengan kegagalan pasar. Hal ini dikarenakan manfaat dari barang tersebut tidak dapat dinikmati hanya oleh yang memiliki sendiri, tapi dapat dimiliki/dinikmati pula oleh yang lain, dengan kata lain, barang tersebut tidak mempunyai sifat pengecualian seperti halnya barang swasta.
Peranan Distribusi
Peranan distribusi ini merupaka peranan pemerintah sebagai distribusi pendapatan dan kekayaan. Tidak mudah bagi pemerintah dalam menjalankan peranan ini, karena distribusi ini berkaitan erat dengan dengan masalah keadilan. Sedangkan masalah keadilan sudah ini sudah terlalu kompleks, sebab keadilan ini merupakan satu masalah yang bisa ditinjau dari berbagai presepsi, bahkan masalah keadilan ini juga tergantung dari pandangan masyarakat terhadap keadilan itu sendiri, karena keadilan itu merupakan masalah yang relatif dan dinamis. Kegiatan dalam mengadakan redistribusi pendapatan atau mentransfer penghasilan ini memberikan koreksi terhadap distribusi penghasilan yang ada dalam masyarakat
Peranan Stabilisasi
Kegiatan menstabilisasikan perekonomian yaitu dengan menggabungkan kebijakan-kebijakan moneter dan kebijakan-kebijakan lain seperti kebijakan fiskal dan perdagangan untuk meningkatkan atau mengurangi besarnya permintaan agregat sehingga dapat mempertahankan fullemployment dan menghindari inflasi maupun deflasi. Peranan tabilisasi pemerintah dibutuhkan jika terjadi gangguan dalm menstabilkan perekonomian, seperti: terjadi deflasi, inflasi, penurunan permintaan/penawaran suatu barang, yang nantinya masalah-masalah tersebut akan mengangkibatkan timbulnya masalah yang lain secara berturut-turut, seperti pengangguran, stagflasi, dll.
5.     Produktifitas
Produktivitas, khususnya produktivitas tenaga kerja memiliki hubungan langsung dan positif dengan pertumbuhan ekonomi. Increased labor productivity means the same amount of labor as before can produce moreProduktivitas tenaga kerja meningkat berarti jumlah kerja yang sama seperti sebelumnya dapat menghasilkan lebih sekarang. As labor productivity increases, output produced ie, production Seiring dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja, output yang dihasilkan yaitu, peningkatan produksi  As labor productivity increases, so does income by the labor-forcSeiring dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja, begitu pula pendapatan dengan tenaga kerja. Thus their consumption increases, leading to an increase in the economy's aggregate demanJadi kenaikan konsumsi mereka, yang mengarah ke peningkatan permintaan agregat perekonomian.
Dari kelima faktor di atas, yang paling mendominasi dan sangat berpengaruh adalah inflasi dan pengangguran. Semakin mahalnya harga barang dan jasa di pasaran, akan mengakibatkan penurunan jumlah permintaan/pembelian sehingga jika terjadi penurunan permintaan/pembelian maka akan mengakibatkan penurunan penghasilan perusahaan yang berdampak pada terhambatnya pembayaran gaji/upah para pegawainya. Jika hal ini berlarut-larut, besar kemungkinan akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Oleh karena itu, lima faktor di atas harus berjalan beriringan dan seimbang.
Selain faktor-faktor di atas, terdapat juga variabel-variabel yang mempengaruhi dunia bisnis, yaitu :
  1. Variabel Ekonomi. Berkaitan erat dengan indikator ekonomi yang bersifat umum mengukur tabungan, investasi, produktivitas, lapangan kerja, kegiatan pemerintah, transaksi perdagangan internasional, pendapatan, produk nasional dan lain sebagainya.
  2. Variabel Teknologi. Kemajuan di bidang teknologi yang berubah-ubah dari waktu ke waktu yang terkadang sangat cepat sangat mempengaruhi dunia usaha. Perusahaan yang statis dan tidak mengikuti perkembangan teknologi cenderung tertinggal dibandingkan dengan perusahaan yang terus menerus melakukan adaptasi teknologi untuk membuat operasional usah menjadi lebih efektif dan efisien.
  3. Variabel Politik. Faktor-faktor yang terkait dengan kondisi atau iklim perpolitikan di suatu daerah.
  4. Variabel Sosial
  • Faktor demografik/demografis : seperti jumlah, komposisi, dan pertumbuhan penduduk suatu wilayah atau area.
  • Faktor gaya hidup : selera masyarakat, trend yang sedang digandrungi, dan lain sebagainya.
  • Faktor nilai sosial : adat-istiadat, norma yang berlaku, kebiasaan, dan lain-lain.


Sumber refrensi
http://www.econmentor.com/international-economics-hs/economic-development/role-of-productivity-in-economic-growth/text/1081.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar